Logo Universitas Gunadarma

Senin, 31 Mei 2010

Ilmuwan Pertanyakan Fosil 'Moyang Manusia'


INILAH.COM, Jakarta - Musim gugur lalu, fosil Ardi mengguncang dunia karena disebut moyang manusia. Namun beberapa peneliti kini memunculkan keraguan menyangkut makhluk sebenarnya dari Ethiopia ini.

Kritik terbaru mempertanyakan apakah Ardi benar-benar berkaitan dengan cabang manusia dari pohon evolusi dan apakah dia benar-benar tinggal di hutan. Pertanyaan kedua memiliki implikasi dari teori jenis lingkungan yang mendorong evolusi manusia awal.

Informasi baru ini dipublikasikan di jurnal Science yang tahun lalu mendeklarasikan presentasi asli dari fosil berusia 4,4 juta tahun ini sebagai ‘informasi paling mencengangkan’.

Peneliti menyimpulkan bahwa Ardi berjalan tegap, bukan bungkuk seperti simpanse, serta hidup di hutan dibandingkan lahan terbuka. Ini tidak tampak mirip seperti simpanse saat ini, makhluk hidup yang paling dekat dengan manusia meskipun juga tampak jauh dari Lucty yang merupakan nenek moyang manusia dan simpanse.

Munculnya banyak pertanyaan seperti itu bukan hal yang tidak biasa. Penemuan di 2003 mengenai makhluk ‘hobbit’ di Indonesia misalnya, memunculkan beragam pertanyaan soal apakah hobbit adalah makhluk yang berkaitan dengan manusia atau tidak.

Esteban Sarmiento dari Human Evolution Foundation, East Brunswick, menulis di analisis terbarunya bahwa dia tidak yakin Ardi berada di cabang pohon evolusi yang mengarah pada manusia modern.

Di lain pihak, ia menganggap bahwa Ardi datang lebih awal, sebelum cabang manusia muncul dari nenek moyang simpanse dan gorila. Fitur anatomi spesifik dari gigi, tengkorak dan apapun yang dilihat para peneliti tidak meyakinkan soal hubungan keanggotaan manusia.

”Seperti fitur pergelangan tangan dan rahang bawah yang terhubung dengan tengkorak mengindikasikan Ardi hadir sebelum manusia memisahkan diri dari kera Afrika,” ujarnya.

Tim White dari Universitas California, Berkeley, salah seorang ilmuwan yang menjelaskan Ardi tahun lalu di Sains mengatakan, ia tidak terkejut oleh debat minggu ini dan tidak setuju dengan pernyataan Sarmiento. “Bukti begitu jelas bahwa di Ardipithecus, ada karakteristik yang hanya dimiliki manusia lanjutan dan manusia modern,” papar White.

Jika Ardi benar-benar leluhur simpanse, fitur tertentu dari gigi, panggul, dan tengkorak akan berevolusi kembali ke kondisi yang lebih mirip kera, sebuah pembalikan di mana "evolusi itu sangat tidak mungkin," kata White dalam sebuah wawancara.

Namun, dua ahli lainnya mengatakan bahwa terlalu dini untuk mengatakan apakah Ardi cocok di pohon evolusi atau tidak. Will Harcourt-Smith, peneliti dari American Museum of Natural History dan anggota dari departemen antropologi di Lehmen College New York, mengatakan bahwa dirinya tidak bisa mengatakan apakah Sarmiento benar atau tidak.

“Ini merupakan ‘hari awal’ untuk menganalisis Ardi,” ujarnya. “Hingga ada deskripsi lengkap soal kerangka, orang harus berhati-hati menafsirkan analisis awal di satu sisi maupun yang lain. Saya rasa, ini masih terbuka,”

Harcourt-Smith mengatakan bahwa dirinya tidak sejtuju dengan pendapat Sarmiento bahwa Ardi mungkin terlalu tua untuk masuk di cabang manusia di pohon evolusi.

Rick Potts, kepala program manusia sebenarnya di Natural History Museum,

Smithsonian Institution, mengatakan Ardi hanya diketahui dari satu situs lokasi. Dan makhluk ini telah hidup dalam jangka waktu yang samar-samar dari periode evolusi sehingga mungkin telah terjadi “begitu banyak eksperimen,” ujarnya.

Kritik kedua terfokus kepada lingkungan Ardi. Tahun lalu, analis mengatakan bahwa makhluk ini sebagian besar hidup di hutan. Sehingga argumentasi ini melawan hipotesis savana, di mana memunculkan ide bahwa nenek moyang pertama manusia dapat berjalan tegak karena mereka hidup di padang rumput dan savana.

Pekan ini para pengritik, ahli geo kimia dari University of Utah dan peneliti lain mengatakan bahwa mereka membaca bukti yang menunjukkan Ardi berkeliaran di savana dengan tidak lebih dari 25% ditutupi wilayah berkayu.

Website : http://inilah.com/news/read/teknologi/2010/05/30/566111/ilmuwan-pertanyakan-fosil-moyang-manusia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar